Tadi siang saat saya baru saja naik ke atas bus metro mini, saya langsung merogoh kantong celana saya (bukan kantong celana orang tentunya) untuk mengambil uang ongkos perjalanan. Sayapun otomatis memberikan uang saya ke kondektur (kenek) yang berdiri di pintu bus.
Tapi saat saya menunggu kembalian, saya bertanya-tanya mengapa sang kenek tidak membawa uang sepeserpun, kecuali uang yang saya berikan.
Tak lama kemudian, saya mendengar suara 'kecrek-kecrek' tanda kenek minta duit. Kemudian saya melihat kenek yang satunya lagi, yang adalah seorang bocah SD!
Sepertinya karena memang sudah memasuki waktu liburan sekolah jadi si anak 'ngobyek' membantu orang tuanya. Bisa jadi si anak adalah putra dari kenek atau supir metro mini waktu itu. Dia juga terlihat cukup terampil dalam meminta ongkos dan memberi kembalian, serta menghitung uang hasil jerih payahnya, yang entah akan disetor ke siapa.
Ironisnya, semalam saya baru saja menonton Mata Najwa dengan topik "Ironi Pendidikan". Hingga kini masih banyak anak2 yang menjadi korban minimnya tingkat pendidikan. Tidak cuma terjerat lingkaran setan kemiskinan karena mahalnya biaya pendidikan (padahal gaji guru sudah jauh lebih besar - doh!) namun juga lingkaran setan kemerosotan moral akibat tingginya budaya konsumerisme dan materialisme.
The (love of) money is the root to all evil.
Sampai kapan?
*sigh*
Tapi saat saya menunggu kembalian, saya bertanya-tanya mengapa sang kenek tidak membawa uang sepeserpun, kecuali uang yang saya berikan.
Tak lama kemudian, saya mendengar suara 'kecrek-kecrek' tanda kenek minta duit. Kemudian saya melihat kenek yang satunya lagi, yang adalah seorang bocah SD!
Sepertinya karena memang sudah memasuki waktu liburan sekolah jadi si anak 'ngobyek' membantu orang tuanya. Bisa jadi si anak adalah putra dari kenek atau supir metro mini waktu itu. Dia juga terlihat cukup terampil dalam meminta ongkos dan memberi kembalian, serta menghitung uang hasil jerih payahnya, yang entah akan disetor ke siapa.
Ironisnya, semalam saya baru saja menonton Mata Najwa dengan topik "Ironi Pendidikan". Hingga kini masih banyak anak2 yang menjadi korban minimnya tingkat pendidikan. Tidak cuma terjerat lingkaran setan kemiskinan karena mahalnya biaya pendidikan (padahal gaji guru sudah jauh lebih besar - doh!) namun juga lingkaran setan kemerosotan moral akibat tingginya budaya konsumerisme dan materialisme.
The (love of) money is the root to all evil.
Sampai kapan?
*sigh*
No comments:
Post a Comment