Monday, 20 February 2012

badut kereta

Pagi tadi, entah karena jadwal ngaco atau saya yang salah lihat jadwal, kereta ke selatan adalah yang jenis ekonomi..sampai 3 kereta berturut2. Pheeewww... kayaknya nggak ada pilihan lain deh; terpaksa naik KRL ekonomi nan kacrut itu, meskipun saya mengantongi kartu Commet (Commuter Electronic Ticket) untuk KRL AC komuter.

Naik kereta ekonomi sebenarnya bak nostalgia bagi saya. Saat saya kuliah dulu, saya selalu naik KRL ekonomi. Saat itu, belum ada kereta komuter AC yang berhenti di setiap stasiun. Waktu itu pun, hampir mustahil untuk dapet tempat duduk seperti tadi pagi.. suasananya lengang pula. Tapi suara berisiknya tetap sama (apalagi kalau papasan dengan kereta lain), dagangan yang dijajakan pun masih seru2 punya, belum lagi aroma khas kereta ekonomi itu.. hufff..

Satu hal yang baru saya lihat adalah adanya badut yang bermain akrobat piring. Lumayan lah. At least dia punya satu keahlian yang bisa dia pakai untuk memperoleh uang secara halal. Dia nggak tangan kosong meminta2, dia masih berusaha menghibur dan menunjukkan kemampuannya. Dengan begitu, saya jadi sadar kembali akan keanekaragaman kehidupan yang ada di sekitar saya. Ah, kenapa masih banyak aja orang2 yang susah hidupnya di negeri ini.

No comments:

Post a Comment